Minggu, 19 Oktober 2008

Bisnis Calo, menguntungkan ataukah malah merugikan?

















Menjelang musim liburan hari raya Idul Fitri, banyak Penduduk Jakarta yang memilih untuk melakukan perjalanan menuju kampung halaman mereka masing-masing. Kegiatan ini dilakukan oleh Penduduk perantau, mereka umum melakukan kegiatan tersebut karena ingin merayakan Hari raya bersama seluruh keluarga yang berada di kampung halaman. kegiatan pulang kampung ini juga sudah menjadi ritual rutin setiap menjelang hari raya Idul Fitri. Bagi mereka, Merayakan hari raya lebaran akan terasa kurang lengkap apabila tidak dilalui bersama keluarga di kampung halaman. Bagi mereka kegiatan mudik ini sekaligus sebagai ajang berkumpulnya seluruh keluarga yang terpisah karena kegiatan masing-masing. Sebagian dari pemudik ada yang menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka, tetapi sebagian besar lebih memiih untuk memanfaatkan alat transportasi umum untuk menuju kampung halaman mereka.

Oleh karena itu, pada saat-saat menjelang hari raya Idul Fitri jumlah pengguna transportasi umum akan meningkat tajam dibanding hari-hari yang lainnya. Peningkatan ini tentunya akan meningkatkan permintaan tiket kendaraan umum baik darat, laut maupun udara.

momen tahunan ini biasanya dianggap sebagai suatu peluang bisnis bagi sebagian orang. mereka memanfaatkan peningkatan permintaan akan tiket angkutan dengan cara membeli tiket dalam jumlah besar, untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi kepada para pemudik. kegiatan percaloan ini sudah berjalan sejak lama. bagi sebagian orang kegiatan ini memang membantu, karena mereka tidak perlu repot-repot megantri untuk mendapatkan tiket angkutan. tetapi di sisi lain, kegiatan para calo tersebut sangatlah merugikan. karena dengan adanya calo, tiket angkutan di loket akan segera habis. untuk mendapatkan tiket para pemudik harus membeli kepada para calo dengan harga yang jauh lebih mahal. Oleh karena itu, setiap tahun pemerintah selalu berusaha untuk mengurangi praktek percaloan dengan berbagai cara.
Akan tetapi kegiatan pemerintah ini tidak akan berhasil tanpa peran serta dari masyarakat pengguna jasa transportasi Umum.

Oleh karena itu mari kita turut serta dalam kegiatan untuk menghilangkan praktek percaloan angkutan umum, dengan cara tidak membeli tiket dari calo. karena dengan begitu, praktek percaloan akan hilang dengan sendirinya.